Sebelum mudik Lebaran kemaren,
saya dan suami mencanangkan rencana baru, new
place, new experience
Artinya apa ? kalau bepergian, kemana-pun itu, kami akan mengusahakan
berkunjung ke satu tempat baru yang
belum kami kunjungi. Mudik ke Solo insyaAllah setiap tahun kami lakukan
lebih dari sekali. Dan setelah kami amati, banyak tempat-tempat yang menawan,
baik di sekitaran Solo ataupun sepanjang pantura/jalur selatan yang belum kami
kunjungi. Tentunya semua bertujuan untuk lebih mengenalkan alam Indonesia yang
indah ini kepada anak-anak kami, semoga mereka akan lebih banyak bersyukur dan
mencintai negeri tercintanya ini, amiin.
Lebaran kemaren, kami sengaja
merencanakan mampir ke Dieng dalam
perjalanan balik ke Jakarta. Alhamdulillah bisa terlaksana, bahkan kami juga
berhasil mengunjungi candi Cetho di lereng Gunung Lawu dan museum Ullen Sentalu
di Jogja. Semuanya baru pertama kami kunjungi, yayyy
Candi Cetho
Di Karanganyar, Solo, dari jaman
saya kecil ada 3 lokasi wisata yang terkenal di lereng Gunung Lawu, yaitu air
terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, candi Sukuh dan candi Cetho yang letaknya
tidak begitu berjauhan, di Jenawi, masih di lereng Gunung Lawu. Kalau Grojogan
Sewu dan candi Sukuh pernah kami datangi, yang belum candi Cetho.
Cerita lengkapnya tentang candi
Cetho bisa dilihat di sini
Museum Ullen Sentalu
Terletak di taman wisata Kaliurang, museum ini milik pribadi loh, isinya tentang sejarah keraton Solo
dan Jogja. Lokasinya sangat rindang. Dan
sewaktu keliling di museumnya, saya dan suami semakin tahu bagaimana sejarah
kerajaan Solo dan Jogja bisa berdiri. Dengan tiket 25rb/orang, masuk ke
museumnya ada guide yang akan menjelaskan secara detail isi museumnya. Sangat informative
sekali. Sayang didalam museum tidak dibolehkan mengambil gambar
Kunjungan akan
berakhir di restoran Beukenhof yang digabung dengan toko souvernirnya. Semoga
anak-anak kami semakin mencintai budaya jawa, akar budaya nenek moyangnya.
Tentang museum ullen sentalu bisa
dilihat di sini
Dieng
Sungguh, hati kami tertambat di
Dieng, dengan segala keindahan alamnya, suami saya sampai berkata “Nanti kita
pensiun berkebun disini saja yuk, bun”. Amiin. InsyaAllah saya akan menulis
khusus tentang Dieng ini. Amiin.
0 comments:
Post a Comment