skip to main | skip to sidebar

Author

My Photo
~Bunda ShaHaRee~
Menulis apa-apa yang ingin dan perlu dicatat, teruntuk ke-3 matahari kami, semoga bisa diambil manfaatnya, aamiin
View my complete profile

Fav Links

  • Our Great Journey
  • Pramuka PGDA

Archive

  • ▼ 2014 (7)
    • ▼ June (4)
      • Family Time : Running Races
      • Cirebon : Wisata Sejarah
      • Jogja : Tour Merapi
      • Kelas Inspirasi Jakarta 3
    • ► May (1)
    • ► March (1)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (15)
    • ► September (1)
    • ► August (1)
    • ► July (5)
    • ► April (1)
    • ► February (5)
    • ► January (2)
  • ► 2012 (15)
    • ► December (4)
    • ► October (3)
    • ► September (3)
    • ► June (1)
    • ► May (4)
  • ► 2011 (4)
    • ► February (1)
    • ► January (3)
  • ► 2010 (13)
    • ► December (5)
    • ► November (8)
  • ► 2007 (45)
    • ► December (1)
    • ► October (1)
    • ► September (1)
    • ► August (3)
    • ► July (4)
    • ► June (3)
    • ► May (7)
    • ► April (5)
    • ► March (8)
    • ► February (7)
    • ► January (5)
  • ► 2006 (70)
    • ► December (8)
    • ► November (5)
    • ► October (5)
    • ► September (7)
    • ► August (3)
    • ► July (5)
    • ► June (6)
    • ► May (6)
    • ► April (7)
    • ► March (7)
    • ► February (4)
    • ► January (7)
  • ► 2005 (82)
    • ► December (6)
    • ► November (6)
    • ► October (6)
    • ► September (2)
    • ► August (9)
    • ► July (7)
    • ► June (9)
    • ► May (15)
    • ► April (9)
    • ► March (12)
    • ► February (1)

Our Blogger Templates

Happy Spring

Merajut Cinta dan Cerita

Kelas Inspirasi (Briefing)

Feb 11, 2013

Sabtu, 9 Februari 2013

Dari pagi TL @kelasinspirasi sudah ramai dengan info dari para relawan/panitia Kelas Inspirasi (KI), maupun juga antusias para volunter KI. Briefing dilakukan di Aula Gedung Indosat lantai 4  :).

Jam 1 kurang, saya sudah sampai di lokasi briefing. Saya diantar suami saya dan kakak Shafa, sambil menunggu saya, siang itu judulnya juga father-daughter me time :)

Benar dugaan saya, ramai sekali suasana di lokasi tempat briefing. Tidak lama kami para relawan dipersilahkan masuk dan mencari kelompoknya masing-masing. Tiap kelompok nantinya ada 1 fasilitator (dari mantan para Pengajar Muda dan mantan KI kelompok 1 tahun lalu). Begitu membaur, rasa deg-deg an, minder saya rasanya hilang :P. Tidak ketahuan mana yang CEO, mana yang engineer deh. Walaupun kalau kelompoknya ada publik figure (ada A. Fuadi, penulis terkenal itu), pasti beda rasanya :P. Satu hal yang saya rasakan, semangat tulus itu benar-benar menular. Rasanya seluruh ruangan yang penuh lebih dari 600 relawan itu, disamakan dengan 1 rasa, ketulusan ("hei, tulus kog bilang-bilang", kata mas Adhi Nugroho, ketua pelaksana KI :D )
 
Acara dibuka oleh MC, kami diminta berdiri (acara memang lesehan) dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selalu terjadi, dimana saya mendengar maupun menyanyikan lagu kebangsaan ini, rasanya merinding, mata saya menahan air mata menetes. Rasa kebanggaan akan tanah air itu, nyata sangat terasa, nyata masih dimiliki oleh banyak warga negara tercinta ini. Apa yang saya rasakan ini juga ternyata dirasakan relawan lainnya yang saya ketahui belakangan dari TL @kelasinspirasi.
Sehabis menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diputarkan sekilas video anak-anak SD di KI pertama, beberapa anak itu mengungkapkan apa yang menjadi cita-cita mereka, juga beberapa harapan dan optimisme dari para peserta KI pertama tentang masa depan anak-anak bangsa itu.
 
Pemutaran video itu hanya singkat, tapi sangat membekas di hati saya. Ada seorang anak yang bilang cita-citanya menjadi dokter hewan, dan slide kedua anak itu menyambung "tapi aku belum pernah ketemu dokter hewan".
Ada anak yang berkata ingin menjadi pengacara, agar bisa membela kaum miskin untuk memperoleh keadilan.
Ada anak yang berkata ingin jadi guru, untuk berbagi ilmu yang dia punyai. Ahhhh, mata saya langsung mengembang lagi melihat video singkat itu. Ya Allah, mudahkanlah jalan anak-anak bangsa itu mencapai cita-citanya. Aamin.
 
Acara selanjutnya sambutan dari CEO Indosat, pak Alex, yang ternyata istri beliau juga ikutan di KI pertama. Intinya Indosat mendukung acara-acara KI ini. Puncak sambutan tentu saja dari pencetus IM yaitu bapak Anies Baswedan. Sungguh menginspirasi banyak orang ya beliau ? Beliau menceritakan latar belakang adanya KI, bahwa kita professional ini sejatinya adalah korban pendidikan, dan sudah selayaknya pula kita membalas kepada Negara ini. Kita bisa menyumbang banyak ke Negara, baik itu sumbangan uang, materi, tenaga bahkan nyawa. Tetapi yang terpenting adalah sumbangan kehadiran. Cuti sehari tidak akan merugikan buat para peserta KI, being inspire, will inspired.
 
pak Anies Baswedan selalu menginspirasi

Jangan pernah mengecam kegelapan, lebih baik nyalakan lilin. Jangan suka mengeluh akan sesuatu hal, lakukan perubahan dari diri sendiri (ini sungguh jleb sekali buat saya). Think big, Act small, start now. Saya sangat terkesan ketika beliau menceritakan para Pengajar Muda yang dikirim ke pelosok penjuru tanah air, jika ada yang bertanya siapa yang mengirim para pengajar muda itu, jawabnya adalah standar, yaitu "Tidak peduli siapa yang mengirim kami, kami datang ke sini mewakili bangsa dan Negara ini, untuk membayar lunas janji kemerdekaan". Huhuhu merinding saya mendengarnya.

Di akhir pidatonya, beliau juga berpesan 4 Hal yang mendasar yang harus dishare para relawan KI ke anak-anak SD itu adalah :
1. Kejujuran/Integrity
2. Kerja keras
3. Pantang Menyerah
4. Kemandirian

Titipkan bibit-bibit mimpi di diri anak-anak, yakinkan mereka bahwa dreams can change your life.
Briefing dilanjutkan oleh mas Bobby Hartanto, beliau adalah seorang dosen, pendidik, motivator, dan lainnya, intinya benang merah pekerjaan beliau adalah di bidang pendidikan. Mas Bobby memberi pengarahan bagaimana mengajar yang efektif. Juga juga dengan trik-trik supaya suasana kelas tetap konduksif dan menyenangkan ;) 
Detailnya ada di modul yang sudah kami dapat dari panitia KI. Yang mengasyikkan adalah bagaimana mas Bobby mengajak kami langsung praktek untuk membuat kelas yang menyenangkan. Some ideas of managing context bisa dengan drum roll, light camera action, call back, capture attention (missal tepuk 1x, 2x, 3x dst, follow me if u can), dan reinforcement (misalnya two clap, toss, power whoosh, geometric clap).

Wow, banyak cara ya membuat anak-anak untuk tetap memperhatikan pengajarnya ? sepertinya sih mudah, tapi saya yakin kenyataannya tidak akan begitu hahaha. Yang pasti dari praktek langsung itu kelihatan bahwa di diri orang dewasa sejatinya ada sebagian diri anak-anak di dalamnya :P 

Dari briefing itu, saya masuk ke kelompok 51, dan mendapat lokasi :
SD Joglo 5 Pagi
Jl Komplek DKI RT 02/RW 08
Kelurahan Joglo Jakarta Barat
(Samping Puskesmas Joglo).
 
Kelompok kami ada 14 orang, beragam profesi ada, dari yang kerja di Asean, pengusaha beton, pengajar yoga (pak Yudhie, ketua kelompok kami), kerja di Palang Merah, berbagai bidang pegawai termasuk saya :)
 
InsyaAllah hari Sabtu besok kami akan survey ke SD tsb, untuk lebih mengenal suasana SD-nya, juga untuk memperkirakan dari rumah harus berangkat jam berapa. Sepertinya harus berangkat sebelum Subuh, secara jam masuk sekolah adalah 06:30. Oh iya pak Anies juga berpesan agar kami tidak sampai terlambat datangnya, kalau sampai terlambat akan membuat susah ibu/bapak gurunya karena anak-anak akan bertanya Katanya untuk sukses harus on time, kenapa mereka terlambat pak? hihihi
 
Bismillah, sudah ada bayangan bagaimana menerangkan profesi saya, mau saya praktekkan di depan anak saya, semoga semuanya dimudahkanNya. Aamiin.
 
Oh iya waktu perjalanan pulang, saya menceritakan bagaimana jalannya briefing ke suami saya dan kakak Shafa. Bagaimana suatu inspirasi itu sangat menular. Saya mengutip kata pak Alex tadi juga, bagaimana seseorang bisa menjadi inspirator orang lain. Kemudian ayahnya menyambung, "the simple thing is, kakak harus bisa menjadi inspirasi buat adek-adeknya kakak". InsyaAllah ya kak.
 
"Langkah menjadi panutan. Ujar menjadi pengetahuan. Pengalaman menjadi inspirasi."




Posted by ~Bunda ShaHaRee~ at 2/11/2013 06:40:00 PM 4 comments  

Labels: Kelas Inspirasi

Kelas Inspirasi (Story Behind)

Feb 4, 2013

Dua tahunan yang lalu, ketika tahu ada program Indonesia Mengajar(IM), saya mengiri sangat loh :). Ada rasa menyesal kenapa waktu saya muda dulu (duh, berasa tua nih :D), belum ada program itu. Rasanya membaca pengalaman para Pengajar Muda (PM) di Indonesia Mengajar, dimana mereka ditempatkan setahun mengajar di SD-SD penjuru tanah air, ingin sekali ikut bagian mereka. Ya walaunpun semisal dulu sudah ada, belum tentu juga saya bisa lolos menjadi PM :)). Melihat biodata para PM, bukan saja kecerdasan akademik, tapi pengalaman organisasi plus yang lainnya (misal juara lomba bla bla, ga cuma tingkat nasional, juga di ajang International), bikin minder deh ‎:) . Salut sekali dengan anak-anak muda itu, berani dan mau meninggalkan apa yang mereka sudah dapat saat ini untuk memberi sesuatu untuk bumi pertiwi. Ya, saya salut sekali dengan profesi pengajar, salut sekali kepada guru-guru saya dulu, guru-guru anak-anak saya sekarang, betapa sangat mulianya jasa mereka.
 
Setahun yang lalu, saya juga tahu ada gerakan Kelas Inspirasi, salah satu kegiatan dari IM dimana melibatkan para profesional untuk mengajar sehari di SD-SD di Jakarta. KI tidak mengajar materi seperti biasanya, tapi memberi sharing tentang apa pekerjaan mereka untuk mengenalkan banyak profesi di dunia ini, tidak hanya dokter dan insiyur. Bercerita pengalaman kerjanya untuk menanamkan cita-cita kepada anak-anak. Cuma saya telat tahunya begitu gerakan ini sudah ditutup pendaftarannya. Pada hari H kelas inspiras 1 berjalan, tanpa sengaja saya melihat para relawan itu di sebuah SD di Kebun Sirih, wah saya langsung mengiri lagi dan bertekad kalau ada pembukaan lagi, saya akan mengikutinya.
 
Waktu membaca cerita kelas inspirasi 1 itu, saya bercerita ke suami dan membujuknya untuk mengikutinya juga. Karena jujur saya tidak pede hahaha. Makanya karena bekerja di bidang yang sama, dan mengakui suami lebih jago dari saya, saya semangat mendukungnya untuk ikutan di KI. Dan akhirnya kesempatan itu tiba, bulan Januari kemaren saat pendaftaran kelas inspirasi 2 dibuka, saya langsung mendaftarkan diri dan juga suami saya. Dari awal sebenernya saya tahu, yang ikut di kelas inspirasi 1 banyak publik figure, atau kalau dilihat dari jabatannya, wah kembali minder deh hahaha. Dari CEO sampai penyiar TV, apa ga bikin minder saya? Siapalah saya :P, but dari awal tekad saya sudah bulat, ingin terlibat langsung dengan kegiatan Indonesia Mengajar ini.
 
Syarat menjadi relawan Kelas Inspirasi mudah, pengalaman kerja minimal 2 tahun, mau mengikuti briefing sebelum hari H, cuti di hari H dan mengikuti refleksi setelah hari H. Sewaktu mendaftar online, hanya diminta mengisi data diri, kerja dimana, bercerita tentang pekerjaannya, apa kontribusi kerja sekarang di keluarga dan masyarakat, serta pengalaman organisasi. Saya mengisinya dengan biasa saja, hanya yang terlintas di kepala. Bahkan dari kolom yang diberikan menuliskan pengalaman kerja (misalnya) sampai 500 kata, saya paling banyak hanya 5 kalimat. Sewaktu sudah sudmit, sempat menyesal kog nulisnya singkat banget :( Bismillah deh. Saya juga sempat berpikir kalau semisal yang daftar banyak, kriteria apa ya yang dipakai ya untuk menjaring relawan ?
 
Tanggal 31 Januari, dari twitter @kelasinspirasi diumumkan kalau peserta yang lolos akan diumumin malam hari via email. Saya sempat bilang ke suami, melihat twitter @kelasinspirasi sebelumnya yang mendaftar banyak publik figure plus orang-orang yang hebat yang saya cuma tahu di dunia maya, kalau semisal tidak diterima ya tidak apa-apa. Ya sadar diri deh :). Justru saat akhir-akhir suami yang semangat, sudah merancang mau cerita gimana tentang profesinya jika diterima.
 
Sampai saya mau tidur saya belum tahu juga apakah saya lolos tidak. Deg-deg an juga loh :PKeesokan paginya ketika saya mengecek email, ternyata saya mendapat email dari kelas inspirasi yang mengabarkan saya TERPILIH. Woww, alhamdulillah. Saya langsung minta suami mengecek emailnya dan ternyata suami tidak lolos :(. Suami sih biasa saja, saya yang bingung kenapa saya yang bisa lolos  :
Belakangan sih analisa saya sih kenapa saya diterima, sedangkan suami enggak, padahal isiannya hampir sama (karena bidang pekerjaan memang sama), karena di pengalaman organisasi saya menulis pernah menjadi pembina Pramuka Siaga di PGDA. Wah kalau analisa saya ini benar, saya berterimakasih sekali ke yanda Udi, bunda Lita dan bunda Ita >:D< . Analisa saya aja sih, hihihi, wallahu alam.
So here I am, super exciting menunggu tanggal 9 Feb untuk brifing dan tanggal 20 Feb hari H-nya. Deg-deg an juga pastinya, belum tahu gimana kelompok saya nanti dan di SD mana lokasinya. Masih berpikir keras juga bagaimana menerangkan tentang kerjaan saya dengan bahasa sederhana dan menyenangkan buat anak-anak. Karena saya sadar sekali, mengajar anak-anak itu tidak mudah, percaya kan ? ;)
 
Terimakasih Kelas Inspirasi yang telah memilih dan memberi kesempatan kepada saya, semoga semua berjalan lancar, aamiin.

"Langkah menjadi panutan. Ujar menjadi pengetahuan. Pengalaman menjadi inspirasi."
 

Posted by ~Bunda ShaHaRee~ at 2/04/2013 07:44:00 PM 5 comments  

Labels: Catatan Bunda, Kelas Inspirasi

Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod